Seputar Pemanasan Global

Seputar Pemanasan Global

hijau alamku

hijau alamku

Pengantar:
Menerima berkah menjadi adiyuswa bukan berarti “pensiun” terhadap permasalahan kekinian, namun justru dengan karunia semakin “wening ing driya” dimampukan memahaminya dengan lebih jernih dan arif. Pemanasan global mendapat sorotan yang sangat gencar, tersendatnya perundingan tingkat internasional di Bali Desember 2007 lalu menunjukkan kekomplekan masalah ini. Mari pembaca setia tabloid Adiyuswa, kita mengenal sekilas seputar pemanasan global seraya mengambil langkah berperan serta mendinginkan bumi yang semakin memanas.

PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Para ahli berpendapat suhu rata-rata permukaan bumi selama seratus tahun terakhir telah meningkat 0.74 ± 0.18oC dan diperkirakan sampai tahun 2100 suhu meningkat 1.1 hingga 6.4 oC. Singkatnya bumi ini semakin memanas.

DAMPAK PEMANASAN GLOBAL
Meningkatnya suhu bumi dikhawatirkan menyebabkan mencairnya es di daerah kutub dan menyebabkan naiknya permukaan air laut yang pada gilirannya akan merendam daerah pesisir. Jutaan penduduk di daerah pesisir terancam kehilangan tempat tinggal. Pulau-pulau kecil terancam tenggelam.

Dampak yang paling nyata dari pemanasan global adalah keadaan iklim dan cuaca yang sangat ekstrim. Suhu yang sangat tinggi menyebabkan penguapan yang sangat tinggi pada suatu tempat dengan akibat kekeringan yang sangat, dan uap air akan kembali ke bumi pada tempat yang lain menjadi curah hujan yang sangat tinggi serta memicu terjadinya banjir bandhang dan tanah longsor. Perubahan iklim yang ekstrim berpeluang mengancam kepunahan beberapa jenis tumbuhan maupun hewan. Kemampuan makhluk hidup yaitu manusia, hewan dan tumbuhan untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim ada batasnya. Selain itu perubahan iklim yang ekstrim juga memunculkan bakteri dan mikroba baru yang memicu timbulnya penyakit baru dan wabah penyakit.

Apakah pemanasan global hanya terjadi di belahan bumi lain dan tidak bersinggungan dengan masyarakat Indonesia? Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17oC pertahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87oC per tahun. Tanda yang mencolok adalah menghilangnya salju yang menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia, yaitu Gunung Jayawijaya di Papua. Data lain yang tak kalah mengejutkan ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 beberapa daerah-daerah Jakarta dan Bekasi akan terendam. Jakarta terendam banjir bukan hal yang baru, namun kado natal 2007 berupa banjir di Solo cukup mengejutkan banyak pihak.

Perubahan iklim juga mempengaruhi kegiatan bercocok tanam, kerawanan pangan akan mengancam. Pranatamangsa, bentuk kekayaan kearifan budaya lokal menjadi tidak tepat waktu, tanaman dan hewanpun bingung membaca perubahan iklim ini, musim berbuah pohon rambutan bergeser, nyanyian nonggeret pertanda datangnya “marengan” terdengar di bulan desember/januari yang dahulu bermakna ‘gede-gedene sumber’ dan ‘hujan sepanjang hari’. Perubahan perilaku cuaca di angkasa juga berdampak terhadap keselamatan transportasi udara.

PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL
Penyebab utama yang disinyalir membuat bumi semakin panas adalah perusakan ekosistem dan produksi gas rumah kaca (GRK) yang melampaui ambang batas. Penebangan liar, pembakaran hutan, perubahan fungsi lahan dari lahan pertanian atau hutan menjadi kawasan pemukiman dan industri merupakan faktor yang mempercepat kenaikan suhu bumi.

Pada dasarnya bumi adalah planet yang sangat dingin, bumi menerima panas dari sinar matahari dan atmosfer yang menyelimuti bumi menyimpan panas tersebut untuk menghangatkan bumi sehingga makhluk hidup mampu tumbuh. Gas-gas diatmosfer yang mampu memerangkap panas disebut dengan gas rumah kaca (GRK) yang terdiri dari CO2, CH4, N2O, HFCs, PFCs dan SF8. Pada jumlah yang ‘pas’ sesuai ambang batas aman GRK tersebut bermanfaat untuk menjaga kehangatan bumi. Namun beberapa dekade terakhir seiring dengan era industrialisasi yang sangat pesat, jumlah gas tersebut meningkat pesat, Ibaratnya selimut bumi menjadi semakin berat dan tebal sehingga bumi merasa sangat kegerahan/kepanasan.

Negara-negara industri besar merupakan pemasok GRK terbanyak dan karena di atmosfer tidak terdapat “batas pagar” antar Negara, GRK meningkat secara global termasuk di Indonesia. Seperti halnya kebakaran hutan yang dahsyat di Indonesia, asap maupun abunya akan menyebar ke wilayah lain dan kita menuai protes terutama dari negara-negara tetangga.

MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL
Pada era globalisasi ini, permasalahan lingkungan termasuk pemanasan global tidak hanya bersifat lokal maupun nasional namun bersifat global sehingga diperlukan komitmen penanganan secara global. Keseriusan penanganan permasalahan lingkungan secara global diawali dengan KTT Bumi di Rio de Jenairo pada tahun 1992. Langkah tersebut diikuti dengan pertemuan-pertemuan sejumlah pemimpin dunia yang akhirnya keluar dokumen Protokol Kyoto. Setiap kita terpanggil untuk berperan serta mengatasi pemanasan global sesuai dengan kemampuannya. Sayangnya yang sering terjadi si kuat mencoba mengelak dari bagiannya seperti yang terjadi pada pertemuan internasional di Bali desember 2007 yang lalu.

Apakah sebagai pribadi ataupun kelompok kecil kita pembaca setia tabloid Adiyuswa dapat berperan serta ‘mendinginkan bumi’ dari pemanasan global? Tentu saja bisa. Berikut adalah cara-cara praktis dan sederhana ‘mendinginkan bumi’:
• Menggunakan listrik secara efisien melalui pemilihan bohlam hemat daya listrik, penggunaan peralatan elektronik dengan semestinya. Memang listrik tidak membebaskan GRK secara langsung namun PLN menggunakan bahan bakar fosil yang banyak membebaskan GRK. Selain itu penggunaan listrik secara efisien akan mengerem tagihan yang pasti kita setuju untuk mulai melakukannya.
• Pemakaian AC terkendali dengan pengaturan timer maupun suhu. AC selain mengkonsumsi daya listrik juga menggunakan gas freon yang menyumbang kerusakan lapisan ozon dan meningkatkan pemanasan global. Sekarang sudah cukup banyak dijual di pasaran AC non freon.
• Pemakaian kendaraan bermotor secara efisien dari aspek jarak tempuh dan jumlah penumpang.
• Menanam pohon di sekitar lingkungan kita. Setiap pohon besar mampu menangkap 6 kg CO2 per tahun. Bila lahan pekarangan kita tidak memungkinkan penanaman pohon besar bisa diganti dengan tanaman lain yang sesuai, meski jumlah CO2 yang ditangkap jumlahnya terbatas pasti sangat membantu mengurangi suhu bumi. Kearifan budaya leluhur kita selalu menanam pohon untuk menandai kelahiran keturunannya, ternyata didalamnya terkandung makna ingin mewariskan bumi yang nyaman kepada anak cucu
• Menyebarkan cara ini kepada kawan dan kerabat sehingga semakin banyak pribadi yang terlibat dalam penyelamatan bumi. Mari kita bersama menjaga bumi yang dipercayakan Tuhan kepada kita.

Disarikan dari berbagai sumber. Untuk Tabloid Adiyuswa, Rubrik Pengetahuan, Edisi Feb 2008

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Alam dan tag , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Seputar Pemanasan Global

  1. sozanolo mendrofa berkata:

    menurut saya, pemanasan global mempunyai risiko besar yang sangat berbahaya bagi manusia, tumbuhan dan hewan, namun potensi berbahaya tersebut bukan tidak dapat di kendalikan, dengan adanya kesadaran setiap individu/manusia yang didukung dengan ilmu pengetahuan tentang pemanasan global. Maka risiko tersebut dapat dihindarkan, dikurangi bahkan ditiadakan sama sekali. saran saya agar tidak terjadi pemanan global yaitu pemerintah harus melarang penjualan2 produk2 seperti parfum2 karena ini juga sangat mempengaruhi mpemanasan global jika di pakai oleh manusia, melaramg penjualam AC, melarang penjualan rokok yang disertai dengan UU, dan sebagainya. serta menganjurkan kepada masyarakat agar dapat menanam pohon. Trimakasii…..

    Terimakasih responnya, selamat berpartisipasi

  2. Mengurangi gas metana, seperti asap mesin kendaraan, asap pabrik dan lain – lain. Gas metana menjadi penyebab utama pemanasan bumi sehingga berdampak pada perubahan iklim.
    Maka dari itu, mulai dari dalam diri, hati nurani untuk mengurangi pemanasan global. Gunakan energi sebaik mungkin.
    Perbuatan sekecil apapun sangat berguna saat ini.

    Mari mulai dengan sekecil apapun… Gas metana bersifat khas terbentuk dalam suasana reduktif berbeda dengan polutan asap mesin kendaraan maupun asap pabrik (klarifikasi agar tidak rancu). Trimakasih ya responnya.

  3. pratiwi kasih zega berkata:

    Mengurangi pemanasan global sedikit sulit untuk melakukannya karena pemanasan itu pasti selalu ada dari tahun ketahun.. Namun satu hal yang sangat saya setuju dengan bacaan diatas, bahwa untuk mengurangi pemanasan global tersebut, langkah yang paling tepat adalah penanaman pohon-pohonan disekitar lingkungan kita.
    Untuk itu, mari kita bersama-sama memelihara, membangun kembali alam kita agar tetap lestari dan kita dapat menikmati keindahannya. Terimakasih.. ^_^

    Terimakasih, selamat menerapkan gerakan menanam pohon

  4. Alfantou Satya Widi Tanaya berkata:

    Berkurangnya hutan, taman dan penghijau lain serta semakin majunya zaman memang telah mengubah wajah bumi. Ditambah lagi sifat dan budaya manusia yang ikut berubah, semakin memperparah keadaan. Parah karena dari segi lingkungan sebagian besar mengalami perubahan ke arah yang kurang baik. Banyak usaha-usaha dari berbagai lembaga maupun perorangan mencoba memberikan solusi terhadap masalah yang sejak beberapa tahun ini menjadi topik “klasik” bagi masyarakat ini. Tapi, masalah ini tetap terjadi dan belum mengalami perubahan berarti. Bagaimanakah dengan usaha-usaha mereka? Apakah percuma? Sebenarnya tidak, kita tidak bisa menyalahkan begitu saja manusia sebagai penyebabnya. Manusia memiliki keinginan untuk maju dan berkembang, yang belum mereka sadari adalah keinginan mereka yang kadang tidak memikirkan masa depan lingkungan.
    Ada cara yang lumayan efektif menurut saya setelah kurang lebih mengamati masalah ini selama sma, daripada mengubah polapikir manusia yang telah terdoktrin untuk terus maju, lebih mudah memajukan teknologi penyelamat lingkungan. Berikut beberapa cantoh yang dapat Anda coba praktekan:
    1. Vertical garden
    2. Urban farming
    3. Lampu dengan sinar matahari, merupakan teknologi baru Jepang yang belum lama diciptakan.
    Teknologi ini memanfaatkan sinar matahari yang dibelokan menggunakan tabung khusus dengan cermin pada sisi dalamnya. digunakan untuk menerangi gadung bagian dalam yang tidak terkena cahaya matahari. Jika teknologi ini dipakai untuk membuat indoor garden, mungkin AC dapat dikurangi pemakaiannya.
    4. Rokok tanpa asap, digunakan untuk menyembuhkan pecandu rokok. Rokok ini memberikan aroma dan rasa mirip rokok aseli.
    5. Filter karbon untuk pabrik besar, karbon yang dihasilkan dapat dijual sehingga memberikan keuntungan bagi perusahaan dan mengurangi pencemaran.
    6. Kendaraan hybrid dengan bahan bakar listriik atau biofuel/biosolar.
    7. Kertas dari air kelapa.
    Ada banyak kemajuan teknologi lain yang dapat dimanfaatkan untuk menyeimbangkan kemajuan teknologi yang merusak dan yang menyelamatkan. Impian saya, saya bisa membuat dunia sendiri dimana teknologi dikembangkan berdasarkan kesejahteraan alam dan manusia.

    Pertanyaanya, sudah sampai mana usaha Anda untuk menyelamatkan dunia Anda?

    Terimakasih untuk respon dan tambahan yang sangat berharga ini. Pertanyaan untuk kita semua ya usaha untuk berperan melalui keseharian kita. Saya pribadi memulainya dengan pemanfaatan pekarangan dengan penanaman adopsi urban farming untuk menyerap CO2 yang kami respirasikan

  5. mungkin untuk penyegaran kembali bumi, kita dapat menerapkan langkah-langkah penurunan pemanasan global tersebut dalam kehidupan sehahi-hari…. jadi mulailah sejak dini…..
    “keep the earth and brotherhood”

    Yook dimulai dari keseharian dan saat ini ….

  6. Ryan Pradana berkata:

    Menurut Saya di Indonesia harus diberlakukan hukum yang mengatur ttg undang_undang yang membatasi setiap orang tidak boleh memiliki lebih dari satu kendaraan bermotor,dan apabila ni diberlakukan maka indonesia telah mengurangi pemanasan global.selain itu buatlah undang_undang apabila orang yang ketangkap merokok dikenakan denda.

    Setiap perundangan apapun bentuknya perlu komitmen, hubungan merokok dengan pemanasan global perlu kajian lebih supaya tidak rancu

  7. Muhamad syahrul A.L berkata:

    global warming akan tetap terjadi(lebih cepat),jika tak ada kesadaran manusia untuk memperbaiki perilakunya…..sudah saatnya kita lakukan perubahan untuk mengurangi dampak global warming,karena pada dasarnya ini semua akibat perbuatan manusia.

    Terimakasih untuk ajakan perubahannya, Selamat memulai perubahan agar bumi lebih nyaman

  8. Naomi Endah Pratiwi berkata:

    Di Indonesia memang yang paling parah bu, karena banyak orang Indo yang memakai kendaraan bermotor, pemasokan kendaraan bermotor di Indonesia juga semakin banyak dan pemanasan global juga karena banyak yang merokok kan bu?

    Hasil samping pembakaran memasok sejumlah CO2, untuk hubungan merokok dengan pemanasan global secara langsung saya belum tahu, perlu dikaji supaya tidak rancu

  9. Ping balik: Menyejukkan Kembali Kota Salatiga | Berguru pada Alam

Terimakasih, pendapat Anda sangat berharga.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s