Golden Rice untuk Kesejahteraan Petani

Golden Rice untuk Kesejahteraan Petani

sumber gambar silakan klik pada gambar

BERAS emas (golden rice) adalah beras yang mengandung beta karoten (suatu provitamin A) pada bagian biji (endosperma)-nya. Padi ini merupakan hasil rekayasa genetika. Ide ini berangkat dari keprihatinan dijumpainya banyak anak-anak, terutama di Asia dan Afrika, yang menderita kekurangan vitamin A.

Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan kebutaan dan memperburuk penderita diare, sakit pernafasan, dan cacar air. Lalu dipikirkan bagaimana memenuhi asupan vitamin A secara praktis. Maka padi menjadi pilihan utama, karena termasuk makanan pokok bagi hampir seluruh penduduk dunia.

Bagaimana rekayasa golden rice dilakukan, sehingga bijinya bisa mengandung beta karoten dan berwarna oranye kekuningan? Beta karoten adalah zat warna oranye kekuningan, seperti pada tanaman wortel. Ia terbentuk dari bahan dasar (prekusor) geranyl geranyl diphosphate (GGDP). Melalui jalur biosintesa, GGDP akan diubah menjadi phytoene, diteruskan menjadi lycopene, dan selanjutnya diubah lagi menjadi beta karoten.

Secara alami, dalam biji padi sudah terdapat GGDP, tetapi tidak mampu membentuk beta karoten. Perubahan dari GGDP menjadi phytoene dilaksanakan oleh enzim phytoene synthase (PHY) yang disandi oleh gen phy. Selanjutnya, gen crtI mengkode enzim phytoene desaturase yang bertanggung jawab untuk mengubah phytoene menjadi lycopene. Ada satu enzim lagi yang diperlukan untuk mengubah lycopene menjadi beta karoten, yaitu lycopene cyclase (LYC). Melalui sejumlah proses, maka gen phy, crtl, dan lyc yang berasal dari tanaman daffodil (bunga narsis / bakung) disisipkan ke tanaman padi sehingga padi mampu memproduksi beta karoten berwarna oranye kekuningan, yang kemudian disebut sebagai golden rice.

Kehidupan Tersembunyi
Penemuan golden rice memiliki arti penting bagi manusia. Mengapa? Sebab gabah itu menyimpan kehidupan tersembunyi, sehingga perlu diperlakukan dengan hati-hati. Gabah yang dikubur di dalam tanah basah akan hidup kembali dan muncul. Ia akan menyatu dengan tanah, lalu padi pun mulai bunting.

Ya, padi merupakan personifikasi seorang ibu. Dia merupakan jelmaan bidadari bernama Dewi Sri. Itu sebabnya, mestinya kita menghargai setiap butir padi, beras, dan nasi. Orang tua kerap menasihati anaknya, makan nasi harus dihabiskan. Kalau tidak, maka kuthuk (anak ayam) akan mati. Konon, tangisan jiwa Dewi Sri mendapat empati dari si kuthuk.

Guru juga pernah menasihati kita agar meniru ilmu padi: makin berisi makin merunduk. Relasi mistis antara manusia dan padi itu menempatkan aktivitas menanam padi sebagai kegiatan kosmis. Melalui penanaman padi, manusia bersimbiosis dengan kekuatan alam bernama Dewi Sri, dan akan melahirkan butir-butir padi.

Apakah ini tahayul belaka? Tidak! Ilmu pengetahuan pun menyatakan, dalam tanaman dan biji terdapat dinamika kehidupan. Biji yang dibenam akan mengalami proses imbibisi. Air sebagai sarana kehidupan akan menyapa embrio yang bersemayam dalam biji, lalu tumbuhlah individu baru yang akan berkembang, berbuah, serta melahirkan generasi baru demi meneruskan siklus kehidupan.

Empat Unsur
Dalam masyarakat tradisional Jawa dikenal dengan istilah pat (empat). Misalnya tembang macapat. Setiap desa dikelilingi empat desa lain sesuai arah mata angin. Perpotongan jalan disebut prapatan (perempatan). Unsur alam utama pun terdiri atas empat hal: tanah, air, angin, dan api.

Terdapat empat keberuntungan besar yang dalam pupuh maskumambang, yang disebut kawan gung begja. Pertama, gunawan yang berarti kaya ilmu pengetahuan. Kedua, wiryawan atau keluhuran budi. Ketiga, hartawan atau kekayaan. Keempat, berawan yang bermakna mempunyai banyak keturunan.

Juga terdapat empat warna menonjol dalam hidup ini, yaitu merah, putih, hitam, dan kuning. Keempat warna tersebut dapat dijumpai dalam beras. Ada beras merah, beras putih, dan beras/ketan hitam. Tapi di mana beras kuning? Dulu pertanyaan itu tak pernah bisa dijawab.

Ada yang mengatakan saudara Dewi Sri telah hilang. Itu sebabnya, orang-orang mengadakan ritual dengan mewarnai nasi menggunakan kunir, supaya menjadi nasi kuning. Hal itu dimaksudkan agar Dewi Sri dapat berkumpul dengan saudara-saudaranya secara lengkap. Itulah mengapa nasi kuning menjadi bagian penting dalam pelbagai peristiwa dalam masyarakat. Sekarang, nasi kuning itu telah ditemukan, menyusul penemuan golden rice atau beras emas yang mengandung beta karoten. Ya, Dewi Sri tak perlu lagi mencari nasi kuning.

Dengan memaknai beras emas sebagai perwujudan beras kuning, saudara Dewi Sri, tentunya kita berharap beras varietas terbaru ini bisa menjadi komponen dari sarana kesejahteraan petani. Bersatunya beras putih, beras merah, beras/ketan hitam, dan beras kuning/beras emas membuat kebahagiaan Dewi Sri yang diekspresikan menjadi sarana kesejahteraan petani.

Indikator empiris kompatibilitas beras emas dengan Dewi Sri terukur dari kecocokan antara beras emas dan lingkungan sekitar (lahan dan iklim setempat), kenyamanan hubungan personal antarpetani (dalam tataran luas produsen, konsumen, industri dan pengambil kebijakan), serta keteduhan hati dalam hubungan interpersonal antara kita dan Sang Pencipta.

Bila itu terjadi, maka pertanda bahwa beras emas adalah ’’nasi kuning untuk Dewi Sri’’, dan mereka akan menari bersama dalam koreografi tari kesejahteraan. Semoga (Dimuat di Harian Suara Merdeka, rubrik Ragam Tahun 2008)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Alam, Pangan dan tag , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Golden Rice untuk Kesejahteraan Petani

  1. mahud aulia berkata:

    kemana balai besar di daerah mana kalau saya ingin mencoba menanam hanya untuk percobaan saja tidak perlu banyak duaratus-limaratus butir saja benih beres golden rais mohon imponya trimakasih

    Coba dikontak Balitpadi http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/
    Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

    Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
    Telepon (0260) 520157
    Fax (0260) 520158
    bbpadi@litbang.pertanian.go.id

  2. febry pria agung nugroho berkata:

    apakah golden rice itu lebih baik dari beras biasa…???

    Setiap jenis saling melengkapi, tidak untuk menggantikan secara total. Terima kasih.

  3. Heru nugroho berkata:

    apakah dengan mengkonsumsi beras merah/golden rice dapat menyembuhkan penyakit penyakir tersebut? apa hanya bsa untuk mencegah dan memenuhi kebutuhan vit A???

  4. Heru nugroho berkata:

    apakah bisa disembuhkan penyakit penyakit tersebut dengan mengkonsumsi beras kuning/golden rice? dan dapatkah untuk mencegah? atau hanya untuk memenuhi kebutuhan vit A ?Thanks

    Belum ada satu formulapun yang bisa mengatasi banyak masalah secara tuntas sekaligus. Golden rice sebagai bagian alternatif pemecahan masalah kecukupan vit A. Terima kasih responnya.

  5. Jepri Riyan berkata:

    Penemuan beras emas (golden rice) sangat bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat terutama negara yang kekurangan vitamin A, tetapi bagaimana caranya kita bisa memasarkan beras emas (golden rice) di masyarakat terutama para petani karena petani dari dulu hanya mengenal beras putih yang menncukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. dan dengan adanya penemuan beras ini apakah semua masyarakat bisa membudidayakan beras yang unik ini terutama di negara indonesia khususnya?

    Tujuan utamanya bukan semua beralih, namun ada terobosan untuk alternatif mengatasi masalah. Terima kasih responnya.

  6. Cirsa Ralph Simson Mirino berkata:

    apakah dengan adanya Golden Rice ini, para petani benar-benar bisa merasakan Kesejahteraan ittu..?

    apakah ada jangka panjang ke depan untuk lebih mengembangkan Golden Rice ini…?

    Tentunya perlu kerja sangat keras, sementara masih di aras penelitian. Terima kasih

  7. riesza fajarindra berkata:

    siapa orang pertama yang menciptakan golden rice ini???
    dimana saja kita bisa menjumpai golden rice???

    Prof Ingo Potrykus sumber http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/02/bioteknologi-pertanian-harapan-bagi-si.html
    Saat ini masih di lembaga penelitian.

  8. Anthonius Eddy Ronaldo berkata:

    Apakah golden rice skarang ini masih di produksi indonesia?
    menurut saya golden rice itu di produksi di indonesibahkan sampai ke seluruh dunia.
    thank GOLDEN RICE

    Semoga segera terdiseminasikan dari hasil uji.

  9. Moegie Mugz Mugz berkata:

    apakah ada perbedaan yang signifikan dari beras biasa dengan golden rise ini selain warnanya??? dan apakah golden rice ini termasuk dalam rekayasa genetik pada tumbuhan?????

    Ya tanaman rekayasa genetika dengan penyisipan kemampuan mengubah provit A menjadi vit A

  10. Rhicwan Antonius berkata:

    Sudah banyak dibudidayakan kah padi tersebut di jawa tengah? dan apakah sama perawatannya dengan padi pada umumnya?

    Masih menjadi pilot project untuk disebarluaskan, tidak terlalu berbeda dalam perawatan

  11. dapatkah golden rice di budi dayakan di jawa tengah? salah satunya di salatiga?

    Persyaratan umumnya setara dengan padi sawah pada umumnya sehingga bisa diadaptasikan di salatiga

  12. Airul Nopel berkata:

    dimana bisa mendapatkan benih tersebut??? bisakah di terapkan di mana saja kah???

    Untuk sementara belum tersedia di pasar bebas, sila hub balai besar penelitian padi, persyaratan tumbuh umum seperti padi pada umumnya.

  13. topik yang menarik..

    Trimakasih, selamat berguru pada alam

Terimakasih, pendapat Anda sangat berharga.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s