Belajar menghitung kandungan unsur hara dalam pupuk

Belajar menghitung kandungan unsur hara dalam pupuk

Untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara, ada kalanya pelaku agribisnis menambahkan pupuk dengan rumus kimia tertentu dengan kandungan unsur hara tertentu. Semisal pupuk ZA (zwavelzure ammoniak, yang berarti amonium sulfat) dengan rumus kimia (NH4)2SO4. Berapakah kandungan unsur hara N dalam pupuk tersebut? Beberapa sahabat langsung mengerutkan dahi seraya bergumam lah rumus kimia dan hitung-menghitung …. bagian yang paling saya hindari nih. Mari perhatikan ilustrasi berikut.

ilustrasi bento buah by espeer24

Bila Anda memiliki bento buah yang terdiri dari 1 pisang, 4 stroberi dan 13 cheri. Bobot rata-rata buah pisang 100g, stroberi 8g dan cheri 2g. Nah sekarang hitung:
• Berapa bobot total buah
• Berapa % bobot buah pisang
• Berapa % bobot buah stroberi
• Tidak sulit bukan?

Nah sekarang analogikan pupuk ZA dengan rumus kimia (NH4)2SO4 tersebut dengan bento buah tersebut. Bila diketahui BA dari N=14, H=1, S=32 dan O=16, mari hitung:

• Berapa bobot molekul (BM) senyawa tersebut?
BM pupuk ZA = (14 + 4*1)*2 + 32 + 4*16 = 132
• Berapa %N dalam senyawa tersebut?
%N dalam ZA = 2*14/132*100% = 21%

Bila dinyatakan dalam formulasi umum, kandungan unsur X dalam senyawa pupuk adalah jumlah unsur X dikalikan dengan BA dibagi BM dikali 100%.

% unsur X = jumlah unsur X*BA/BM * 100%

Siap berlatih?
1. Hitung kadar N dalam Urea dengan rumus CO(NH2)2
2. Kadar K dalam pupuk KCl
3. Kadar K dalam pupuk ZK atau K2SO4

Bila kita sudah memiliki pemahaman dan ketrampilan tersebut, akan lebih mudah mengevaluasi kewajaran kadar hara dari berbagai produk pupuk yang ditawarkan.

(catatan: kesulitan menampilkan subscript menjadikan tampilan rumus kimia pupuk kurang tepat)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Pengelolaan Lahan dan tag . Tandai permalink.

12 Balasan ke Belajar menghitung kandungan unsur hara dalam pupuk

  1. Makasih gan. ternyata gitu cara ngitung kandungan hara dalam pupuk… gampang ya.. ehehe

    Semoga bermanfaat

  2. Harun AR berkata:

    Salam kenal, Sy sangat tertarik dengan rumusan2 ini, inilah yang tak cari2 daru dulu, namun bolehkah sy belajar / berguru (tidak guyon lho), ilmu ini yg di tunggu2 oleh kelompok tani dio daerahku, sudah puluhan tahun kami hanya memakai pupuk urea saja, tapi sekarang werengnya jadi buanyak dan tanahnya sdh sangat jenuh, dimakah kami boleh bertemu, bolehkah kami bertiga atau bersepuluh berkunjung sekaligus minta dijelaskan secara detail untuk saya tularkan di kelompok tani kami,
    Terimakasih sebelumnya

    dari kami
    Kelompok Tani Makmur
    Jogonalan, Klaten

    Salam kami untuk Kel Tani Makmur di Jogonalan Klaten
    Senang sekali mendengar antusiasme belajar Bapak dan kawan-kawan
    Tentu dengan senang hati kami akan belajar bersama, saya kirim melalui email untuk informasi lanjutnya.
    Salam makmur

  3. hilsya berkata:

    saya anak kimia, Bu… hihihi

    Nah ini dia mama kimia,kimia itu simbolisasi dari keseharian…
    Bagaimana mengemas kimia menjadi menyenangkan adalah tantangan.
    Hatur nuhun Teteh….

  4. wi3nd berkata:

    jadi inget lambang lambang kimia bu 🙂

    buahnya segeeerrrr bangeeet 🙂

    Yang seger-seger biar tidak jenuh dengan kimia. Salam

  5. ww berkata:

    wow brkata: bgm cara mnghitung kandungan unsur hara dalam pupuk cair Bu?

    Prinsipnya sama hanya tentunya dengan faktor pengencernya. Biasanya pupuk cair bukan pupuk tunggal dan semestinya mencantumkan kandungan haranya. Salam

  6. ata berkata:

    kalau menghitung kadar unsur N,P dan K pd suatu kemasan pupuk gimana?

    Kalau tertulis rumusnya, dapat dihitung dengan cara tsb
    Etika kemasan pupuk mestinya sudah mencantumkan kadar haranya (tertulis di kemasan).
    Terima kasih

  7. edratna berkata:

    Hahaha ilmu pertanianku udah hilang mbak Prih..ikut menikmati buah segarnya aja.

    Mangga bu En, sekedar menyederhanakan pemahaman melalui ilustrasi buah segar. salam

  8. Mechta berkata:

    hihi… sudah lupa sama BA dari unsur2 itu buu…. ikut menikmati bentonya saja ya… hehe…

    Sama koq Jeng, analogi bentonya lebih menarik

  9. Wong Cilik berkata:

    rumus-rumus kimia ini yg dulu sering membuat saya sakit kepala bu Prih … 😀

    Jadilah pecinta ilmu fisika terapan maupun murninya ya Mas

  10. sunarno2010 berkata:

    terima kasih nih, serasa belajar kembali kimia di SMA, saya termasuk suka paa pelajaran kimia dan akrab dengan gurunya

    Terima kasih pak atas kunjungannya, mencoba mempermudah pemahaman tentang pupuk saja. Biologi dan kimia akrab ya Pak. salam

  11. HALAMAN PUTIH berkata:

    Berkenaan dengan rumus kimia saya gak paham mbak…

    Sama koq tidak pahamnya,… Setiap bidang memiliki keunikannya ya.. salam

  12. LJ berkata:

    ini pelajaran buat Pak Mars aja bu, yang ahli matematika. 😛

    aku pilih bentonya saja ya buuu.. seger banget!

    Sama Uni, bento buah menyegarkan bagi kita. Terima kasih disambangi. Salam

Terimakasih, pendapat Anda sangat berharga.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s