Kana, Bunga Cantik Ornamen Kota, Penyerap Limbah Deterjen

Kana, Bunga Cantik Ornamen Kota Penyerap, Limbah Deterjen
Oleh Lusia Laurita

Bunga Kana

Bunga Kana

Air merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas kehidupan makhluk hidup, khususnya pada manusia. Aktivitas manusia setiap harinya bergantung pada air, mulai dari minum, mandi, mencuci dan aktivitas lainnya. Akan tetapi, akibat dari sebagian aktivitas yang dilakukan manusia itulah, saat ini justru menjadi masalah yang sulit untuk diatasi yaitu adanya air limbah atau air yang tercemar, terutama di daerah yang padat penduduk dan di sekitar pabrik industri. Pencemaran air ini terjadi, salah satunya dikarenakan sikap buruk dan ulah manusia, baik secara individu ataupun pabrik industri yang tidak bertanggung jawab dalam pengelolaan limbahnya. Hal tersebut juga kemungkinan tidak kita sadari, bahwa kita juga ikut ambil bagian merusak lingkungan, seperti membuang sampah ke sungai dan kegiatan dalam skala rumah tangga seperti mencuci menggunakan deterjen.

Penggunaan deterjen seperti yang kita ketahui telah banyak digunakan baik skala rumah tangga maupun industri. Faktanya juga semakin banyak bermunculan berbagai merek deterjen yang kian bersaing. Pada umumnya, masyrakat lebih senang menggunakan deterjen, dikarenakan penggunaan deterjen lebih bersih dibandingkan sabun biasa. Menurut Izidin (2011) dalam Hutubessy (2012) menyatakan hal tersebut, dikarenakan deterjen memiliki senyawa utama yaitu senyawa Dodesil Benzene Sulfonat dalam bentuk Natrium Dodesil Benzene (NaDBs). Senyawa tersebutlah yang mampu menghasilkan buih. Selain itu, ada senyawa lainnya yaitu Natrium Tripolifosfat (STIP) yang berfungsi sebagai builder (pembentuk) yang mampu meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan (surface active agent) dengan cara menonaktifkan mineral kesadahan dalam air sehingga deterjen dapat bekerja secara optimal. Dua senyawa tersebutlah yang sulit terurai secara alamiah dalam air dan dapat mencemari lingkungan. Selain itu, menurut Rubiatadji (1993) dalam Halang (2004) dalam Hutabessy (2012) menyatakan jenis deterjen yang banyak dikomersialkan dan digunakan di rumah tangga mengandung ABS (Alkyl Benzene Sulphonate) yang merupakan deterjen tergolong keras. Deterjen tersebut sukar dirusak oleh mikroorganisme (nonbiodegradable) sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

Dampak negatif yang paling terlihat yang disebabkan oleh limbah deterjen rumah tangga adalah terjadinya eutrofikasi yaitu pesatnya pertumbuhan ganggang dan enceng gondok. Pembuangan limbah deterjen ke kolam atau rawa akan memicu ledakan pertumbuhan ganggang dan enceng gondok sehingga dasar air tidak mampu ditembus oleh sinar matahari, kadar oksigen berkurang secara drastis, kehidupan biota air mengalami degradasi, dan unsur hara meningkat sangat pesat. Hal seperti itu akan mengakibatkan ekosistem terganggu sehingga merugikan manusia sendiri. Selain itu. dalam jangka panjang, air minum yang telah terkontaminasi limbah Deterjen berpotensi sebagai salah satu penyebab penyakit kanker (karsinogenik) (Pratiwi, 2011).

Oleh karena itu, diperlukannya perhatian khusus dan tindakkan lanjut oleh semua pihak dalam menangani masalah tersebut dan bisa dimulai dari kita. Selanjutnya, bagaimanakah tindakkan yang harus kita lakukan?

Langkah pertama yang dapat kita lakukan yaitu menggunakan deterjen dengan bijak. Selain itu, adapula penanganan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan peran mikroba (bioremidiasi) dan tanaman (fitoremediasi) antara lain dengan 1) membuat IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yaitu produk alat yang dibuat khusus menyaring senyawa kimia pada air limbah dengan bantuan mikroba, 2) membuat taman, biasanya digunakan tanaman air yang mampu menyerap dan mengakumulasikan kontaminasi pada air limbah yang disebut dengan sistem Taman BALi (Buangan Air Limbah) atau lebih dikenal dengan Wastewater Garden. Akan tetapi, saat ini khususnya di Indonesia kedua hal tersebut belum banyak dan hanya segelintir orang saja yang mampu menerapkannya.

Berdasarkan hasil penelitian Hutabessy (2012) ada satu cara yang lebih mudah dan pasti dapat dilakukan oleh semua pihak, sehingga untuk saat ini dapat diterapkan pada rumah tangga untuk mengurangi pencemaran lingkungan, setidaknya di lingkungan tinggal kita sendiri yaitu salah satunya dengan menanam bunga kana (Canna indica L.).

Tanaman bunga kana dikenal sebagai salah satu jenis tanaman hias yang mudah tumbuh dan mudah perawatannya. Bunga tanaman ini memiliki warna yang beragam, ada yang berwarna merah tua, merah muda, kuning dan warna kombinasi. Sekarang ini, tanaman bunga ini juga banyak digunakan sebagai ornamen taman kota karena keindahaannya. Selain, memiliki keindahan ternyata tanaman bunga kana juga berpotensi sebagai tanaman yang mampu menyerap limbah, khususnya limbah deterjen. Tanaman bunga kana berpotensi sebagai penyerap limbah dikarenakan tanaman ini memiliki akar serabut dan batang berair yang mampu menyerap limbah secara alami.

Sekarang, hanya tinggal apa kita mau mengurangi pencemaran lingkungan, setidaknya di lingkungan tempat kita tinggal dulu?

Sumber:
Hutubessy, B. Josina, I Wayan Suarna, Ida Ayu Astarini. 2012. Pertumbuhan Tanaman Bonga Kana (Canna Indica L) dalam Menyerap Limbah Deterjen pada Berbagai Jenis Tanah [pdf]. Jurnal ECOTROPHIC. 7 (2): 156 – 163

Pratiwi, Novika Dyah, Riza Azhari, Siti Rukiyah. 2011. Dampak Penggunaan Detergen sebagai Pembersih Pakaian dalam Kehidupan.
https://punyanyavika.wordpress.com/2011/12/25/dampak-penggunaan-detergen-sebagai-pembersih-pakaian-dalam-kehidupan/, diakses 29 Februari 2016, pukul 20.00 WIB

Catatan: Postingan ini adalah karya penulis tamu

Ini adalah tulisan ke-2 Lusia di blog ini setelah Pemanfaatan kombinasi Zymomonas mobilis dan Trichoderma viridae untuk meningkatkan produksi bioetanol dari bagas tebu. Terima kasih Lusia, kita sudah dan selalu akan belajar bersama….tetap belajar melalui membaca dan menulis. Sila direspon tanggapan para sahabat melalui komentar ini. Andalah pemilik postingan ini.

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Lingkungan Hidup, Penulis Tamu, Seri Kiprah dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Kana, Bunga Cantik Ornamen Kota, Penyerap Limbah Deterjen

  1. Nandra berkata:

    Berarti limbah deterjen termasuk sampah yang tidak mudah terurai ya?

    • Lusia Laurita berkata:

      Bisa dikatakan seperti itu, dikarenakan deterjen komersial, biasanya mengandung ABS (Alkyl Benzene Sulphonate) yang merupakan senyawa yang tergolong keras. ABS mempunyai efek dampak yang kurang baik terhadap lingkungan dan sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme. Oleh karena itu, metode alternatif penyerapan limbah menggunakan tanaman, salah satunya Bunga Kana.

      Semoga Bermanfaat

  2. prih berkata:

    Betapa sistem alam yang kompleks diperlengkapi dengan kunci pemulihan lingkungan ya. Semoga setiap titah terpanggil untuk menjaga lingkungan dhi meminimalkan limbah deterjen dengan pemanfaatan biofiltrasi.
    Salam

    • Lusia Laurita berkata:

      Semua kembali ke Alam Bu, Trimakasih sudah menshare tulisan saya. Smoga tulisan yang masih jauh dari sempurna ini dapat bermanfaat bagi saya dan semua pembaca 🙂

Terimakasih, pendapat Anda sangat berharga.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s