Belajar Menulis Esai Yook…..

Belajar Menulis Esai Yook…..

Sewaktu diminta menggawangi acara workshop penulisan esai yang diikuti sekitar 60an peserta, saya mengawalinya dengan pertanyaan apakah peserta memiliki akun media sosial dan bersediakah membacakan tulisan/status di twitter, facebook, BBM, SMS atau email yang tidak bersifat pribadi?  Dapat dipastikan seluruh peserta memiliki akun media sosial lebih dari satu dengan frekuensi pemanfaatan yang lumayan. Artinya setiap peserta memiliki kebiasaan menulis yang dilaksanakan secara sporadis, tinggal membesutnya sedikit untuk menjadi sebuah esai.

Pemanasan berlatih menulis

Pemanasan berlatih menulis

Sebagai pemanasan saya tayangkan sebuah gambar dan setiap peserta diminta untuk menuliskan opini/pendapat atas gambar tersebut dalam satu alinea. Seluruh hasil karya ditempelkan di papan tulis untuk dipilih karya favorit ala panitia dan mendapatkan buku Pesona Gerbera Tiga Warna sebagai hadiah pembuka. Menarik sekali beberapa peserta terlihat lincah merangkai kata, sementara yang lain agak tertatih menata ide. Pancingan awal ini menjadi bekal peserta sangat antusias mengikuti workshop penulisan esai sekitar 3 jam.

Mengapa dan Apa?

Mengapa perlu belajar menulis esai? Indonesia memerlukan banyak pemimpin dan pemikir muda masa depan yang memiliki gagasan orisinil cemerlang untuk kemajuan negeri ini. Gagasan cemerlang ini harus dikomunikasikan kepada khalayak. Seorang pemimpin dituntut harus mampu mengkomunikasikan gagasannya tidak hanya secara lisan namun juga secara  tertulis. Esai sangat tepat untuk menggambarkan gagasan seseorang

Esai adalah [n] karangan prosa yg membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Esai memuat gagasan personal sang penulis yang disajikan secara khas atas suatu masalah.

Kreativitas penulis untuk menggali ide, menatanya serta mengekspresikannya menjadi sangat penting sehingga tulisannya secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan sekaligus ringan dan enak dibaca. Tentunya prosesnya tak semudah membalik tangan, banyak membaca (bacaan sesungguhnya dan amatan lapang), mencatat hal-hal penting dan tekun berlatih.

Bagaimana Menulis Esai?

  • Menentukan tujuan
  • Mengumpulkan data/informasi
  • Menentukan judul (sementara)
  • Menyusun kerangka/out line/garis besar ide
  • Mengembangkan kerangka, sub-sub topik
  • Menulis
  • Merevisi, mengedit dan sentuhan akhir (finishing touch)

Untuk kegiatan ini pengumpulan data awal telah dilakukan melalui kegiatan lain Agri-care dimana peserta melaksanakan live-in di desa, menggali data dari amatan lapang maupun wawancara dengan penduduk. Kelengkapan data dapat diperoleh dari data sekunder maupun pustaka pendukung.

Perumusan judul menjadi bagian yang sulit bagi peserta, sehingga disarankan judul sementara dulu sebagai pengikat ide. Kebiasaan menulis di blog dengan judul tak selalu formal membuat peserta memunculkan aneka tema/judul memikat segar. [pada gilirannya sukses membuat juri tercengang loh koq beragam judul dan gaya penulisan tak selalu selaras dengan pakem lomba karya tulis ilmiah….]

Untuk menata ide, ide dipecah menjadi sub-sub ide dan setiap sub ide terbagi dalam beberapa pokok pikiran. Setiap pokok pikiran dikembangkan menjadi alinea yang didukung oleh beberapa kalimat maupun ilustrasi. Mari perhatikan ilustrasi berikut sebagai penataan esai yang kompak.

Struktur esai yang kompak

Struktur esai yang kompak

 Tips ringan berdasarkan pengalaman pribadi

  • Penguasaan materi (inti sajian esai)
  • Keruntutan berfikir dan ekspresi
  • kepekaan
  • Diksi, pemilihan kata (kekayaan verbal, didapat dari banyak membaca)
  • Dienapkan, revisi dan editing
  • Ciri khusus
  • Mencoba, berlatih, berlatih dan berlatih

Mempublikasikan gagasan

Sehebat apapun suatu gagasan tidak akan berpengaruh dan dimengerti orang lain tanpa publikasi.  Delapan belas esai karya peserta yang dikerjakan secara kelompok dipresentasikan sebulan kemudian dipandu 2 juri yang berbeda dengan fasilitator workshop. Karya ini dipublikasikan dalam bulletin Agricola edisi April 2014 berupa edisi khusus. Melalui blog ini beberapa karya terpilih akan saya muat sebagai apresiasi atas kerja keras dan kecintaan menulis.

Postingan ini sebagai apresiasi atas kegiatan yang dimotori oleh sahabat teruna Sindu Anarqi yang direspon secara apik oleh para teruna berdedikasi. Selamat berlatih menulis esai, menulis dan publikasi. Salam hangat.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Seri Kiprah dan tag . Tandai permalink.

5 Balasan ke Belajar Menulis Esai Yook…..

  1. Workshop dan kegiatan lomba esai ini sejujurnya memberikan banyak manfaat bagi saya. Saya gemar sekali menulis, namun baru kali ini menggarap sebuah tulisan dalam bentuk esai. Jadi, benar-benar karya yang awam sama sekali dari kami sekelompok. Oleh sebab itu kami terbuka dan berterima kasih untuk kritik dan saran yang diberikan. 🙂

    Kita sesama pembelajar Pinkan, belajar menulis belajar menata dan mengkomunikasikan ide. Tunggu ya giliran karya kelompok Pinkan tentang kemiri sunan pada postingan berikutnya. Salam

  2. chris13jkt berkata:

    Wah rupanya Bu Prih juga aktif menularkan kegemaran menulis. Mudah-mudahan dari acara workshop ini betul-betul bisa menghasilkan para penulis essay yang karyanya tidak hanya berbobot tetapi juga enak dibaca

    Hehe tidak ada rotan akarpun jadi Pak, seraya menunggu ahli esai beneran memimpin acara workshop, tukang kebun ngeblog didaulat. Syukurlah pesertanya antusias dan tekun berlatih. Salam

  3. LJ berkata:

    belajar menulis esai bersama ibu peri, pastinya menyenangkan..!
    sukses buat ibu, panitia dan semua peserta workshop.. 🙂

    Tarimo kasi Uni, pujangga Bukik turun gunung menyapa para penulis esai….
    Salam hangat tuk kelg Rumah Aur

  4. Sindu Anarqi berkata:

    Terimakasih Bu, semua ini tidak akan terwujud tanpa bantuan seluruh civitas akademika FPB UKSW yang turut serta mendukung kegiatan tersebut.
    Semoga kedepan kegiatan semacam ini bisa berjalan lebih baik.

    Senang bekerja sama dengan Sindu dan teman-teman, selamat terus belajar berkarya.
    Harapan kita bersama……. Semoga kedepan kegiatan semacam ini bisa berjalan lebih baik.

  5. prih berkata:

    Peserta workshop penulisan esai yang saya banggakan, terima kasih untuk kerjasamanya. 18 karya esai adalah awal yang sangat baik. selamat terus menulis, belajar menanggapi gagasan melalui kolom komentar yang tersedia. Salam

Terimakasih, pendapat Anda sangat berharga.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s