Kana, Bunga Cantik Ornamen Kota, Penyerap Limbah Deterjen

Kana, Bunga Cantik Ornamen Kota Penyerap, Limbah Deterjen
Oleh Lusia Laurita

Bunga Kana

Bunga Kana

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Lingkungan Hidup, Penulis Tamu, Seri Kiprah | Tag , , , | 4 Komentar

Wayang Orang “Sayur” Sanggar Anak Di Sodong, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang

Wayang Orang “Sayur” Sanggar Anak
Di Sodong, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang

Oleh: EDY PURNOMO

gunungan-sayur

gunungan-sayur

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Wayang orang/ wong sudah ada ketika kerajaan Mataram pecah menjadi dua yaitu Kasunanan Surakarata dan Kasultanan Yogyakarata pada tahun 1755, pertunjukan wayang orang masih tetap dilestarikan oleh keraton Surakarta. Sultan Hamengku Buwana I tidak melanjutkan tradisisi wayang topeng, melainkan mengubah satu bentuk drama tari baru yaitu wayang wong yang menampilkan cerita-cerita dari wiracarita Mahabarata. Kemungkinan besar wayang wong istana Yogyakarta Ciptaan Sultan yang pertama ini merupakan renaissance atau penampilan kembali dari wayang wong zaman Majapahit (Soedarsono, 1997).
Kebudayaan Jawa merupakan cermin dari kehidupan masyarakat Jawa. Kearifan lokal bahasa merupakan bagian dari budaya Jawa yang beraneka ragam dan corak.butir-butir kearifan lokal menjadi lahan yang subur untuk memperkaya khasanah budaya bangsa. Budaya Jawa merupakan salah satu bagian dari beragam kebudayaan dari suku suku yang ada di Indonesia. Budaya yang begitu beragam member kearifan tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk memaknai dan mengembangkan budaya daerah sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Dalam budaya Jawa menjunjung tinggi arti sebuah kebenaran dan kebersamaan. Hakikat kebenaran lebih berorientasi pada olah rasa, olah cipta yang berorientasi pada rasa tunggal, satu rasa. Hakekat kebersamaan di landasi sikap sayuk rukun gotong royong demi tercapainya kesejahteraan bersama (Wagiran, 2012). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Alam, Penulis Tamu, Seri PKL | Tag , | 2 Komentar

Kearifan lingkungan masyarakat Gunung Kidul mengelola sumber daya air

Kearifan lingkungan masyarakat Gunung Kidul mengelola sumber daya air

Oleh: MUHAMAD SYAHRUL AFI LATIF

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Menampung air hujan

Menampung air hujan

Air merupakan unsur terpenting dalam kehidupan, hampir semua makhluk  hidup yang ada di permukaan bumi ini membutuhkan air untuk keberlangsungan kehidupannya. Dalam kehidupan sehari-hari air digunakan untuk berbagai aktivitas seperti, minum, mencuci, mengairi tanaman budidaya bahkan untuk pembangkit listrik. Untuk itu sangat penting memperhatikan ketersediaan air dalam suatu daerah, khususnya daerah yang sering mengalami permasalahan ketersediaan air.

Kabupaten Gunung Kidul merupakan sebuah wilayah yang secara administratif termasuk dalam Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografi wilayah Gunung Kidul didominasi oleh pegunungan kapur (karst) yang memiliki keunikannya tersendiri, menurut Soerono (2008), kawasan karst merupakan kawasan batuan karbonat yang umumnya mengandung CaCO3 dan mudah mengalami pelarutan karena adanya reaksi kimia dengan air hujan yang bersifat asam. Keberadaan air di daerah ini menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat, karena sebagian besar air yang ada terinfiltrasi dan terkumpul dalam sungai/danau bawah tanah, sedangkan tidak sedikit sungai yang berada diatas permukaan tanah hanya mengalir disaat musim penghujan.

Dengan kondisi alam dan segala kendala yang ada di wilayah Gunung Kidul, ternyata menciptakan suatu perilaku masyarakatnya yang secara bijaksana melestarikan lingkungannya demi mendapatkan kebutuhan mereka akan air. Upaya masyarakat untuk menjaga air diwujudkan dalam aturan aturan adat yang secara umum bertujuan agar tercipta kelestarian lingkungan, sehingga masyarakat mampu memanfaatkan sumber daya alam (khususnya air) di wilayah tempat tinggal mereka.

Kearifan lokal merupakan pengetahuan yang dikembangkan oleh masyarakat untuk mensiasati keadaan lingkungan di sekitar tempat tinggal meraka. Pengetahuan tersebut diyakini memiliki dampak yang positif bagi lingkungan serta kehidupan masyarakatnya, sehingga akan terus di terapkan dan diajarkan oleh masyarakat ke generasi berikutnya (Kusumawardana, 2014). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Lingkungan Hidup, Pengelolaan Lahan, Penulis Tamu, Seri PKL | Tag , , | 1 Komentar

Belajar Bersama tentang Kearifan Lokal dan Pertanian Berkelanjutan

Belajar Bersama tentang Kearifan Lokal dan Pertanian Berkelanjutan

Lahan Kentang di Dieng

Lahan Kentang di Dieng

Belajar bersama para teruna kebun tentang pertanian berkelanjutan pada topik kearifan lokal sungguh menarik. Mengawali dengan pancingan apa yang diketahui peserta tentang kearifan lokal…. Ada nukilan tentang budaya, dilanjut dengan persepsi budaya… Apa yang sudah dipelajari tentang pertanian berkelanjutan? Dilanjutkan dengan meminta setiap peserta menelaah kearifan lokal yang memikat perhatiannya dan membedahnya dengan konsep dan teori pertanian berkelanjutan yang relevan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Lingkungan Hidup, Seri PKL | Tag | 2 Komentar

Mengenal Allergen pada Strawberry

Mengenal Allergen pada Strawberry

jus stroberi

segarnya stroberi

Buah strawberry (Fragaria ananassa) dengan warna merah memikat dan rasa asam manis segar, siapa yang tidak suka? Namun ternyata tidak semua orang bisa mengkonsumsi buah tersebut dengan aman.  Beberapa orang alergi terhadap buah tersebut dengan beragam gejala mulai dari bibir bengkak, biduran, ruam kulit hingga terganggunya saluran pernafasan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Pangan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Penerapan Mikrobiologi dalam Peningkatan Produktivitas Tanaman

Penerapan Mikrobiologi dalam Peningkatan Produktivitas Tanaman

Oleh: Ika Putri Riani

Pendahuluan

  • Latar belakang

Tanaman memiliki banyak manfaat bagi manusia, yaitu sebagai sumber pangan, pakan dan juga sumber serat. Tanaman merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup, terutama bagi manusia untuk dapat bertahan hidup. Dewasa ini, jenis-jenis tanaman tertentu memiliki nilai komersial yang tinggi, baik sebagai sumber pangan maupun sebagai komoditas industri.

Oleh karena itu, tanaman dituntut untuk mampu berproduksi tinggi. Namun ada banyak permasalahan yang menyebabkan tanaman tidak dapat berproduksi tinggi, misalnya benih yang digunakan memiliki viabilitas dan vigor yang rendah, atau adanya serangan hama dan penyakit tertentu yang menyebabkan tanaman mengalami penurunan produktivitas.

Dalam permasalahan tersebut, mikrobiologi hadir sebagai sarana perbaikan maupun peningkatan kualitas tanaman untuk dapat menghasilkan produksi yang maksimal. Pemanfaatan agen hayati merupakan upaya alternatif yang tidak memiliki efek buruk terhadap tanaman. Namun, perlu diketahui karakteristik agen hayati tertentu untuk dimanfaatkan, sebab masing-masing agen hayati memiliki karakteristik dan peran masing-masing. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan agen hayati dalam rangka meningkatkan produktivitas tanaman budidaya. Penulis juga berharap, makalah ini bermanfaat bagi banyak pihak sebagai salah satu referensi pemanfaatan agen hayati untuk upaya meningkatkan produktivitas tanaman. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bioindustri, Penulis Tamu, Seri Kiprah | Tag , , , , | 2 Komentar

Pemanfaatan kombinasi Zymomonas mobilis dan Trichoderma viridae untuk meningkatkan produksi bioetanol dari bagas tebu

Pemanfaatan kombinasi Zymomonas mobilis dan Trichoderma viridae untuk meningkatkan produksi bioetanol dari bagas tebu

Oleh: Lusia Laurita

 LATAR BELAKANG

Kebutuhan akan minyak bumi dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan sejalan dengan pembangunan yang terjadi. Hal ini juga perlu disadari bahwa cadangan terhadap minyak bumi yang ada, tidak akan dapat memenuhi kebutuhan di masa mendatang (Anonim1, 2008). Oleh karena itu, sudah saatnya penggunaan sumber energi yang terbarukan lebih ditingkatkan yaitu berupa bahan bakar nabati (BBN) atau bioenergi, yang dapat menggantikan bahan bakar fosil (Richana, 2011). Energi terbarukan ini tentunya dapat menjadi salah satu energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil yang semakin menipis ketersediaannya. Selain itu,  kebutuhan akan bahan bakar yang ramah lingkungan, akan menjadi fokus penelitian dunia saat ini untuk menemukan sumber energi yang baru, bersih, dan murah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bioindustri, Lingkungan Hidup, Penulis Tamu, Seri Kiprah | Tag , , , , , | 5 Komentar