Seri PKL: Periode Pengharapan dalam Pranata Mangsa

Seri PKL: Periode Pengharapan dalam Pranata Mangsa 

Alam takambang jadikan guru, begitu pepatah budaya Minang. Alam menjadi guru bagi setiap pembelajar. Periode awal April, alam sekitar menyajikan keindahan yang khas. Mentari pagi cerah, ditingkah cerecet burung meriah, berlatar suara tonggeret tidada henti. Ooh memasuki masa kesepuluh, bagian mangsa pangarep-arep, periode penuh pengharapan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Seri PKL | Tag , , , | 2 Komentar

Kana, Bunga Cantik Ornamen Kota, Penyerap Limbah Deterjen

Kana, Bunga Cantik Ornamen Kota Penyerap, Limbah Deterjen
Oleh Lusia Laurita

Bunga Kana

Bunga Kana

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Lingkungan Hidup, Penulis Tamu, Seri Kiprah | Tag , , , | 6 Komentar

Wayang Orang “Sayur” Sanggar Anak Di Sodong, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang

Wayang Orang “Sayur” Sanggar Anak
Di Sodong, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang

Oleh: EDY PURNOMO

gunungan-sayur

gunungan-sayur

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Wayang orang/ wong sudah ada ketika kerajaan Mataram pecah menjadi dua yaitu Kasunanan Surakarata dan Kasultanan Yogyakarata pada tahun 1755, pertunjukan wayang orang masih tetap dilestarikan oleh keraton Surakarta. Sultan Hamengku Buwana I tidak melanjutkan tradisisi wayang topeng, melainkan mengubah satu bentuk drama tari baru yaitu wayang wong yang menampilkan cerita-cerita dari wiracarita Mahabarata. Kemungkinan besar wayang wong istana Yogyakarta Ciptaan Sultan yang pertama ini merupakan renaissance atau penampilan kembali dari wayang wong zaman Majapahit (Soedarsono, 1997).
Kebudayaan Jawa merupakan cermin dari kehidupan masyarakat Jawa. Kearifan lokal bahasa merupakan bagian dari budaya Jawa yang beraneka ragam dan corak.butir-butir kearifan lokal menjadi lahan yang subur untuk memperkaya khasanah budaya bangsa. Budaya Jawa merupakan salah satu bagian dari beragam kebudayaan dari suku suku yang ada di Indonesia. Budaya yang begitu beragam member kearifan tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk memaknai dan mengembangkan budaya daerah sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Dalam budaya Jawa menjunjung tinggi arti sebuah kebenaran dan kebersamaan. Hakikat kebenaran lebih berorientasi pada olah rasa, olah cipta yang berorientasi pada rasa tunggal, satu rasa. Hakekat kebersamaan di landasi sikap sayuk rukun gotong royong demi tercapainya kesejahteraan bersama (Wagiran, 2012). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Alam, Penulis Tamu, Seri PKL | Tag , | 2 Komentar