Kemiri Sunan: Primadona Alternatif Sumber Energi Bahan Bakar Nabati (BBN)

Kemiri Sunan: Primadona Alternatif Sumber Energi Bahan Bakar Nabati (BBN)

Ferdian Lutfi Hermawan, Cratie Pingkan Rejeki Lengkong, Danang Abdi Sanjaya, Bagus Guritno Widjojo

Ketika kepadatan populasi manusia bertambah, maka tak dapat dipungkiri lagi bahwa pemenuhan kebutuhannya pun akan meningkat. Menghadapi zaman serba canggih dan teknologi yang berkembang pesat, tak ayal bahwa energi merupakan salah satu kebutuhan terbesar manusia saat ini dan bahkan juga di masa depan. Penyediaan energi, yang awalnya dibebankan menjadi tanggung jawab benda mati (air, angin, batu bara, fosil dan lain sebagainya), kini mulai dapat dipikul bersama oleh makhluk hidup, terutama tumbuhan. Tentunya tak lupa kita berterima kasih kepada insan-insan peneliti yang begitu mencintai bumi ini, sehingga mengabdikan hidup mereka untuk melindungi bumi dari eksploitasi yang merusakkan lingkungan kita lebih lanjut. Selain itu, kita sebagai warga negara Indonesia perlu menyadari bahwa kita memiliki keragaman biota yang luar biasa melimpah. Maka dari itu, mari kita menggali lebih dalam potensi-potensi plasma nutfah endemik Indonesia untuk menjawab segala permasalahan kelangkaan energi yang ada.

Sebagai civitas pertanian, tentu sudah merupakan kewajaran bagi kita untuk berada di garda depan dalam tanggung jawab baru ini, terkhusus dalam penyediaan biofuel.Sebuah pengantar yang baik untuk mengutip data dari catatan Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala BPPT, bahwa Indonesia setidaknya memiliki 60-an jenis tumbuhan penghasil minyak atau lemak, yang bisa dijadikan sebagai bahan bakar nabati(BBN). Dari jumlah itu, baru beberapa tumbuhan saja yang sudah dimanfaatkan sebagai sumber minyak atau lemak untuk keperluan komersial, seperti tanaman serbaguna kelapa (Cocos nucifera) dan tentu sajaprimadona perkebunan saat ini yaitu kelapa sawit (Elaeis guinensis). Tidak berhenti hanya sebagai penghasil energi, namun beberapa tanaman yang termasuk dalam daftar tersebut pun diketahui dapat diberdayakan untuk pemulihan lahan kritis.Penelitian lebih lanjut pun dilakukan untuk menemukan tanaman yang cocok untuk pemenuhan kebutuhan biodiesel nasional sekaligus sebagai tanaman konservasi. Setidaknya ada dua kandidat tanaman yang dinilai cukup cocok untuk hal tersebut, yaitu singkong (Manihot utilisima) dan jarak pagar (Jatropha curcas), sementara sebagian besar tanaman lain dalam daftar tersebut belum termanfaatkan, bahkan belum pernah diketahui keseluruhan daya gunanya.

Membahas dua kandidat yang disebut terakhir, tentu kita tak dapat mengabaikan fakta bahwa singkong telah menjadi ujung tombak program diversifikasi dan ketahanan pangan serta diharapkan dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat selain padi. Lalu di sisi lain, tanaman jarak pagar yang beberapa tahun lalu pernah dicanangkan sebagai jawaban bagi kelangkaan energi di Indonesia ternyata tidak dapat menjadi jawaban yang sesuai harapan. Hal tersebut dikarenakan produksinya yang dinilai kurang dari segi kualitas maupun kuantitas. Kedua tanaman yang menjadi kandidat untuk dimanfaatkan sebagai sumber minyak tersebut dengan mudah akan tersaingi oleh tanaman kemiri sunan (Reutealis trisperma(Blanco) Airy Shaw) yang walau belum eksis di pendengaran masyarakat namun pantas menjadi pesaing karena terbukti secara ilmiah mampu menutupi kelemahan dari keduanya.

Selain untuk BBN, kemiri sunan berpotensi sebagai biobriket, biogas, pupuk organik, dan pakan ternak. Tanaman ini berasal dari Philipina, berkembang di Indonesia sejak3-4generasi sebelumnya. Tanaman ini dapat menghasilkan 300-500 kg biji kering per pohon per tahun dengan kadar minyak 50-56%. Suatu potensi yang sangat menjanjikan karena dengan demikian dalam satu hektar dengan populasi 100 pohon dapat menghasilkan 50 ton biji kering, setara dengan 15-25 ton minyak, dan lebih tinggi dibanding potensi produksi yang dihasilkan kelapa sawit. Diharapkan produksinya yang tinggi ini dapat mengurangi impor bahan bakar dari luar negeri atau bahkan dapat pula mewujudkan swasembada BBN dalam negeri.

Kemiri sunan dapat ditemukan pada ketinggian hingga 1000 mdpl. Tanaman berumur panjang lebih dari 30 tahun dan dapat tumbuh di lahan datar, bergelombang, bertebing curam, maupun lahan kritis.Tanaman kemiri sunan tergolong tanaman menahun dengan tinggi lebih dari 15 meter dengan mahkota yang sangat rindang, kanopi daun lebar, struktur daun sangat rapat dengan ranting yang banyak sehingga mampu menahan butiran air hujan agar tidak langsung menimpa tanah. Tanaman ini juga memiliki perakaran dalamyang berfungsi meningkatkan penyerapan air tanah dan mencegah longsor sehingga sangat baik sebagai tanaman konservasi untuk mencegah erosi.Tidak seperti sumber alternatif biofuel lain yang berasal dari bahan pangan (singkong, jagung dan sagu), buah kemiri sunan beracun, terutama bijinya. Dengan demikian pemanfaatan kemiri sunan untuk biodiesel tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Indonesia, terutama Dinas Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri) sejak tahun 2010 memang sedang gencar mengelukan dan mendukung penanaman pohon kemiri sunan. Dari morfologi atau bentuk pertumbuhan tanamannya, kemiri sunan diharapkan dapat menjadi tanaman pelindung (tanaman konservasi) tanah dan air. Indonesia adalah negara dengan curah hujan yang tinggi, dengan tajuknya yang rimbun dan lebar dapat meminimalisir erosi akibat benturan air hujan dan run off. Kemudian dengan perakaran yang dalam juga dianggap lebih mampu menjerap air untuk cadangan saat musim kemarau. Tidak hanya itu, kemiri sunan dengan pertajukannya juga dapat menyerap CO­2 cukup banyak sehingga mampu mengatasi masalah globalwarming.

Pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) akan mendapatkan sumberdaya baru dengan penanaman kemiri sunan pada saat ini. Dirjen Energi Baru dan Terbarukan Kementrian ESDM, sudah menargetkan bahwa pada tahun 2017 kemiri sunan secara perlahan dapat menggeser kedudukan kelapa sawit sebagai penghasil campuran biodiesel. Dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Kementerian Pertanian, Muhammad Syakir, bahwa kualitas minyak yang dihasilkan oleh kemiri sunan mencapai level B100, yang artinya bagus untuk bahan bakar diesel dan tidak memerlukan campuran solar lagi.Hanya dengan menggunakan minyak ini sudah dapat langsung digunakan untuk menyalakan mesin diesel.

Dengan rendemen hasil minyak dari kemiri sunan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber lain yang diketahui sekarang, maka krisis energi di Indonesia dapat ditangani tanpa mengorbankan sumber pangan yang bagi masyarakat di negara kita yang pada saat ini saja masih kekurangan.

Dihimpun dari berbagai artikel, baik ilmiah maupun populer dan dokumen-dokumen dinas terkait yang menginspirasi untuk menjadikan Indonesia semakin baik hari demi hari.

Sumber:

Herman, M., Pranowo, D., 2010. Sirkuler Teknologi Tanaman Rempah dan Indusri: KEMIRI SUNAN UNTUK KONSERVASI TANAH DAN AIR. Unit Penerbitan dan Publikasi Balittri: Sukabumi.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia, 2013. http://cybex.deptan.go.id /penyuluhan/mengenal-kemiri-sunan-reutealis-trisperma. Diakses pada 22 Maret 2014 pukul 09.02 WIB.

Pratama, A.F., 2014. PLN Siap Menyerap Minyak Kemiri Sunan. http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/02/12/pln-siap-menyerap-minyak-kemiri-sunan. Diakses pada 1 Maret 2014 pukul 08.00 WIB.

Samro Technology Indonesia, 2013. Potensi Kemiri Sunan sebagai Alternatif Bahan Bakar Biodiesel. Bahan Seminar.

Suhendra, Zulfi, 2014. Hasilkan Biodiesel, Kemiri Sunan Bisa Geser Kelapa Sawit di 2017. http://finance.detik.com/read/2014/02/13/103156/2495639/ 1034/hasilkan-biodiesel-kemiri-sunan-bisa-geser-kelapa-sawit-di-2017. Diakses pada 1 Maret 2014 pukul 08.00 WIB.

Tim Nasional Pengembangan BBN, 2007. Bahan Bakar Nabati: Bahan Bakar Alternatif dari Tumbuhan Sebagai Pengganti Minyak Bumi dan Gas. Penebar Swadaya: Jakarta.

Catatan:

Selamat ya Ferdian, Pingkan, Danang, Bagus ….tetap menulis dan menulis. Sila direspon tanggapan para sahabat melalui komentar ini. Andalah pemilik postingan ini.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Lingkungan Hidup, Penulis Tamu, Seri Kiprah dan tag , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Kemiri Sunan: Primadona Alternatif Sumber Energi Bahan Bakar Nabati (BBN)

  1. Hendra berkata:

    Terima kasih anda menyebarkan berita mengenai kemiri sunan dan menyertakan sumber sumbernya demi kemajuan bangsa kita . kalau mau perkembangan yg lebih bisa anda kontak saya .

    Terima kasih Pak Hendra atas responnya yang menyemangati Ferdian dkk. Selamat memajukan kemiri sunan

    • Kebetulan saya sebagai Pemerakarsa Kemiri Sunan Pak . Saya sangat senang Bapak dan kawan kawan mau menyebarkan mengenai Kemiri Sunan utk kepentingan Bangsa dan Negara NKRI . Terima kasih

      Kami bersyukur Pak Hendra selaku pemrakarsa selalu suka berbagi ilmu, semoga makin berkembang alternatif bahan bakar nabati ini demi kejayaan negeri. Selamat terus berkarya Pak Hendra dan kawan-kawan. Salam

  2. Ping balik: Mengenal Kemiri Biasa Komoditas Ekspor dan Kemiri Sunan Penghasil BBN Biodiesel | Mande Blog

  3. ilyasafsoh.com berkata:

    setiap potensi yang ada dan dapat dioptimalkan menuju kehidupan yang lebih baik

    Sepakat mari olah potensi menuju kehidupan lebih baik, terima kasih sudah singgah

  4. Evi berkata:

    Mbak kemiri sunan tidak sama dengan kemiri untuk masak ya?

    Kemiri Sunan (Reutealis trisperma), kalau untuk masak Kemiri (Aleurites moluccana) Uni Evi. Semoga Pingkan Cs empunya makalah bersedia menambahkan perbedaannya. Salam

  5. prih berkata:

    Ferdian, Pingkan, Danang, Bagus….tulisan Anda sungguh menambah wawasan betapa alternatif sumber energi non pangan utama sangat layak dikembangkan. Selamat terus berkarya.
    Mari silakan tanggapi komentar apresiasi pembaca…
    Salam

  6. harumhutan berkata:

    ternyata banyak khasiat dan manfaat dari buah kemiri ini..

    salut smoga bisa terus berkembang ya dan bisa lebih dikenal lagi

    trimakasi atas infonya 🙂

    Atas nama Pingkan Cs, terima kasih kakak Harum hutan untuk apresiasi dan semangat yang dikobarkan. salam

Terimakasih, pendapat Anda sangat berharga.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s